Langsung ke konten utama

makalah sosiologi kelompok sosial



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

Didalam hubungan antara manusia dengan manusia lain yang paling penting adalah reaksi yang  timbul sebagai akibat dari hubungan sosial. Didalam memberikan reaksi tersebut ada suatu kecenderungan manusia untuk memberikan keserasian dengan tindakan-tindakan orang lain. Karena sejak dilahirkan manusia sudah mempunyai dua keinginan pokok :
1.      Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain dengan sekelilingnya(masyarakat).
2.      Keinginan untuk enjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya.

Semua itu menimbulkan kelompok-kelompok sosial atau sosial grup didalam kehidupan manusia ini. Kelompok-kelompok sosial tersebut merupakan himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama. Hubungan tersebut antara lain menyangkut kaitan timbal balik yang salaing mempengaruhi dan juga suatu kesadaran untuk saling tolong-menolong.

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian dari kelompok sosial?
2.      Bagaimana terbentuknya suatu kelompok sosial?
3.      Apa saja tipe-tipe kelompok sosial?



BAB II
RUMUSAN MASALAH

1.      Pengertian Kelompok Sosial

Secara sosiologis istilah kelompok mempunyai pengertian sebagai suatu kumpulan dari orang-orang yang mempunyai hubungan dan berinteraksi, dimana dapat mengakibatkan tumbuhnya perasaan bersama. Melalui kelompok sebagaimana dikatakan, manusia dapat bersama-sama dalam usaha memenuhi sebagai kepentingannya.(Abdulsyani, 1994: 98) Menurut mayor polak (1979) sosisal adalah sejumlah orang yang berinteraksi dalam sebuah struktur. Selanjutnya, Abdulsyani dalam buku sosiologi kelompok dan masalah sosial (1987), meembatasi kelompok pada sejumlah system yang dapat menyebabkan kelompok pada sejumlah system yang dapat  menyebabkan kelompok dapat dikatan berstruktur, yaitu:
a. System dari suatu anggota, seperti organisasi pemuda yang memiliki susunan pengurus.
b. norma dan perilaku dalam  mempertahankan kehidupan kelompoknya.
c. peranan sosial yang merupakan aspek dinamisdari struktur.

selain ada kelompok yang berstruktur, adapula kelompok yang tidak berstruktur. Kelompok ini dinamakan kolektivitas, misalnya sekelompok yang sedang duduk ditepi jalan. Kelompok semacam ini tidak berstruktur, tidak memiliki rencana dan rancangan kerja, tidak terikat oleh aturan-aturan yang disetujui bersama, tanpa ada yang mengatur kelompoknya. Sekalipun demikian, kolektivitas juga dapat berubah menjadi kelompok yang berstruktur apabila dibentuk semacam pengurusan atau semacam perencanaan dengan dasar ikatan kelompok. (Herabudin, 2015: 160)

2.      Proses Terbentuknya Kelompok Sosial

Terbentuknya suatu kelompok sosial karena adanya naluri manusia yang selalu ingin hidup bersama, itulah sebabnya maka dalam masyarakat manusia dipersamakan dengan masyarakat binatang.(Abdulsyani, 1994: 102) Manusia sejak dilahirkan didunia sudah mempunyai kecenderungan atas dorongan nalurinya secara biologis untuk hidup berkelompok. Sekurang-kurangnya manusia hidup bersama karena ingin mempertahankan hidupnya, sehingga sebagian besar kebutuhan yang terletak diluar dirinya itu dapat lebih mudah untuk dicapai dengan bekerja sama.
Dijelaskan pula  proses dalam sebuah kelompok juga dalam berkomunikasi yang merupak salah satu faktor terbentuknya kelompok, komunikaasi dan interaksi selanjutnya mengakibatkan norma sosial dan gaya hidup anggota kelompok, yaitu standar sikap dan tingkah laku yang ditentukan oleh kelompok. Penilaian individu terhadap hubungan dengan anggota kelompok yang lainnya erat kaitannya dengan ukuran norma. Ada dua hasrat pokok yang dimiliki oleh manusia sehingga terdorong untuk hidup berkelompok, yakni:
1.      Hasrat untuk bersatu dengan manusia-manusia lain disekitarnya
2.      Hasrat untuk bersatu dengan situasi alam sekitarnya
Proses hidup manusia dalam kedua hasrat itu tidak selamanya akan dialami dengan segala kemudahan, malahan kesulitan dan tantangan yang akan banyak ditemui. Manusia harus bisa menggunakan perasaan dan akal yang sehat, baik dalam usaha dalam memenuhi jasmaninya, maupun usaha dalam memenusi rohaninya.(Abdulsyani, 1994: 103)
Kelompok sosial merupakan kesatuan dari manusia yang hidup bersama, bekerja sama, berperasaan yang sama, dan bertujuan yang sama. Jadi perasaan persatuan dalam kelompok sosial baru akan tercapai apabila setiap anggota kelompok mempunyai pandangan yang sama tentang masa depan yang bersama, dan dengan sadar diantara mereka mengetahui tugas dan syarat untuk mewujudkan masa depannya itu.
Menurut Soerjono Soekamto, bahwa himpunan manusia baru dikatan sebagai kelompok sosial apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1.      Setiap anggota kelompok tersebut harus sadar bahwa dia merupakan anggota kelompokyang bersangkutan
2.      Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan lainnya
3.      Ada faktor yang dimiliki bersama anggota kelompok itu, sehingga hubungan antara mereka bertambah erat
4.      Berstruktur, berkaidah dan mempunyai pola perilaku.( Abdulsyani, 1994: 104)
Selain dari bentuk kelompok sebagaimana yang dimaksud , dikenal juga bentuk kelompok yang lain, yaitu kelompok etnosentrik dan xenosentrik. Kelompok enosentrik ialah kelompok yang memegang teguh norma-normanya, menjauhkan diri dari kelompok-kelompok lain agar interpenetrasi dari kebudayaan dapat dihindarkan sebanyak mungkin, biasanya kelompok ini hidup dalam isolasi atau pengasingan. Sedangkan kelompok xenosentrik merupakan kelompok bersifat dinamis, karena terbuka secara luas bagi kebudayaan luar.( Abdulsyani, 1994: 105)
3.      Tipe-tipe kelompok Sosial

Soerjono Soekanto, membatasi tipe kelompok sosial dalam sembilan tipe kelompok, yakni sebagai berikut:

A.    Klasifikasi tipe kelompok
Tipe kelompok sosial dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut atau atas dasar berbagai kriteria ukuran. Ukuran yang diambil adalah derajat interaksi sosial dalam kelompok interaksi tersebut, kepentingan dan wilayah, klasifikasi dalam dasar ukuran derajat organisasi.(Herabuddin, 2015: 164-165)

B.     Kelompok sosial dipandang dari sudut individu
Masyarakat yang masih bersahaja susunannya, secara relatif menjadi anggota pula dari kelompok kecil lain secara terbatas. Ada derajat tertentu serta arti tertentu bagi individu sehubungan dengan keanggotaan kelompok sosial, yakni dorongan-dorongan tertentu sebagai anggota kelompok sosial. Terbentuknya kelompok ini disdasari oleh kekerabatan, usia,jenis kelamin, pekerjaan, atau kedudukan.(Herabuddin, 2015: 165)

C.     In group dan Out group
Sikap in group, biasanya menunjukan adanya faktor simpati dan perasaan yang dekat dengan anggota kelompoknya, sedangkan out group menunjukan sikap antipati dengan anggota kelompok lainnya.
Sikap yang ditunjukan in group adaklah sikap perasaan terhadap orang dalam, sedangkan out group menunjukan perasaan terhadap anggota kelompok luaran.(Narwoko & Bagong, 2004: 34)

D.    Kelompok primer dan sekunder
Kelompok primer adalah kelompok yang ditandai ciri-ciri kenal-mengenal antara anggotanya serta kerja sama erat yang bersifat pribadi. Salah satu dari hubungan yang erat ialah peleburan individu dalam kelompok, sehingga tujuan individu menjadi tujuan kelompok.
Kelompok sekunder adalah kelompok besar yang terdiri atas orang banyak yang sifat hubungannya tidak berdasarkan pengenalan secara pribadi dan tidak langgeng, contoh hubungan ini adalah jual beli.(Herabuddin, 2015: 166)

E.     Paguyuban dan patembayan
Paguyuban adalah bentuk kehidupan bersama, yang anggotanya diikaat oleh hubungan batinyang murni dan bersifat alami, serta kekal.
Ciri paguyuban adalah:
1.      Hubungan yang bersifat menyeluruh atau mesra(intimate).
2.      Hubungan yang bersifat pribadi(private).
3.      Hubungan tersebut hanyalah unuk kita dan tidak untuk orang lain diluar kita(exclusive).

Patembayan ialah ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu tertentu yang pendek. Patembayan bersifat sebagai sesuatu bentuk dalam pikiran belaka serta strukturnya bersifat mekanis seperti sebuah mesin.(Herabuddin, 2015: 167-168)

Ciri-ciri bentuk paguyuban dan patembayan
Paguyuban
Patembayan
Personal informal
Impersonal formal, kontraktual
Tradisional
Utilitarian
Sentimental
Ketat (Realistis)
Umum
Khusus

F.      Formal group dan informal group
Kelompok formal merupakan organisasi yang mempunyai peraturan yang tegas dan sengaja dibuat oleh anggotanya untuk ditaati dan serta mengatur hubungan antar anggota. Kiantara para anggotanya oleh karena terdapat pembatasan dan tugas serta wewenang.
Kelompok informal merupakan organisasi kelompok yang tidak resmi serta tidak mempunyai struktur organisasi, jadi kelompok ini tidak didukung oleh peraturan-peraturan.
Untuk lebih jelasnya lagi perbedaan antara kelompok formal dan kelompok informal sebagai berikut(Narwoko & Bagong, 2004: 28-29):

Kelompok Formal
Kelompok informal
-          Jumlah anggota

-          Bentuk peraturan
-          Organisasi
-          Sifat hubungan
-          Besar atau banyak
-          Tertulis
-          Resmi
-          Renggang
-          Kecil atau sedikit
-          Tidak tertulis
-          Tidak resmi
-          Rapat

G.    Membership group dan reference group
Membership group merupakan kelompok yang dimana setiap orang secara fisik menjadi anggota tersebut. Ukutran utama bagi keanggotaan adalah interaksinya dengan kelompok yang bersangkutan.
Reference group merupakan kelompok yang menjadi ukuran bagi seseorang untuk membentuk oribadi dan perilakunya. Jadi seseorang menyetujui norma, sikap, dan tujuan dari kelompok tersebut, artinya bahwa dia senang terhadap kerangka norma, sikap, dan perilaku, serta tujuan yang dimiliki kelompok tersebut. (Narwoko & Bagong, 2004: 30)

H.    Kelompok okupasional dan volunteer
Dalam masyarakat belum ada pembagian kerja yang jelas, akan tetapi sejalan dengan kemajuan peradaban manusia, sistem pembagian kerja pun berubah.
Pada masyarakat seperti ini, sudah berkembangan sistem pembagian kerja yang didasarkan pada kesusunan atau spesialisasi.kelompok seperti ini sangat besar peranannya  yakni kelompok okupasional, yang muncul setelah kelompok kekerabatan yang semakin pudar.
Meluasnya jangkauan mengakibatkan semakin heterogennya masyarakat yang tidak tertutup dalam hal teknologi komunikasi, karena itu terpenuhinya kepentingan masyarakat secara keseluruhan, muncullah kelompok volunteer. Kelompok volunteer dapat memenuhi kepentingan anggotanya secara individual, tanpa menggangu kepentingan masyarakat luas. Contoh kepentingan ialah kebutuhan sandang pangan, keselamat jiewa dan harta benda, dan lain sebagainya.

I.       Kelompok sosial yang tidak teratur
Bermacam-macam kelompok sosial yang tidak teratur, dapat dimasukan kedalam dua golongan besar, yaitu kerumuman dan publik.
1.      Kerumunan
Kerumuna termasuk kelompok sosial yang befsifat sementara dan tidak terorganisasi. Kerumunan dapat saja memiliki pemimpin, tetapi tidak memiliki system pembagian kerja maupun system pelapisan sosial.
Kerumunan atau berkumpul secara tidak sengaja disuatu tempat pada waktu yang bersamaan. Bentuk-bentuk kerumunan yaitu:
a.       Kerumunan yang berartikulasi dengan struktur sosial, yaitu:
-          Formal audience(pendengar yang formal), yang mempunyai sifat perhatian dan persamaan tujuan, tetapi sifatnya pasif. Contohnya penonton film, orang yang menghadiri khotbah keagamaan.
-          Planned expensive group(kelompok ekspensif yang telah direncanakan), yang pusat perhatiannya yang tidak begitu penting, tetapi mempunyai persamaan yang tersimpul dalam aktivitas kerumunan tersebut. Contohnya orang yang berpesta, berdansa.
b.      Kerumunan yang bersifat sementara, yakni:
-          Inconvenien aggregations(kumpulan yang kurang menyenangka). Contohnya orang-orang yang mengantri karcis,orang-orang yang menunggu bus. Dalam kerumunan tersebut kehadiran orang lain merupakan halangan terhadap tercapainya maksud seseorang.
-          Panic crowds(kumpulan orang-orang yang dalam keadaan panic), orang-orang yang sama-sama menyelamatkan diri dari suatu bahaya.
-          Spectator crowds(kerumumnan penonton), terjadi karena ingin melihat sesuatu kejadian tertentu, hampir sama dengan khalayak penonton tetapi kerumunan penonton tidak direncanakan, sedangkan kegiatan pada umumnya tidak dikendalikan.
c.       Kerumunan yang berlawanan dengan norma-norma hukum, yakni:
-          Acting mobs(kerumunan yang bertindak emosional). Bertujuan untuk mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan kekuatan fisik yang berlawanan dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
-          Immoral crowds(kerumunan yang bersifat immoral). Hampir sama dengan kelompok ekspresif, perbedaannya adalah kerumunan yang bersiafat immoral bertentangan dengan norma-norma masyarakat. Contohnya ialah orang-orang mabuk.(Herabuddin, 2015: 170-172)

2.      Publik
Berbeda dengan kerumunan, publik lebih merupakan kelompok yang tidak merupakan kesatuan. Interaksi terjadi secara tidak langsung melalui alat komunikasi, seperti pembicaraan pribadi yang berantai, setiap aksi publik diprakarsai oleh keinginan individual(contohnya, pemungutan suara dalam pemilihan umum). Dengan demikian, tingkah laku publik didasarkan pada tingkah laku atau perilaku individu.(Herabuddin, 2015: 172)
Dalam suatu publik anggotanya dibedakan menjadi tiga kelompok, yakni:
a.       Kelompok vested interest, yakni sekumpulan orang yang mempunyai kedudukan tertentu dalam masyarakat yang biasanya bersifat pro, karena ingin mempertahakan keadaan yang ada.
b.      Kelompok new comer, sekumpulan orang yang ingin memperjuangkan kepentingan baru dan ingin pula berusaha ingin  merebut kekuasaan dalam masyarakat.
c.       Kelompok yang pasif, merupakan sekumpulan orang yang mempunyai minat saja, akan tetapi belum menentukan pendiriannya terhadap suatu persoalan.
Dalam suatu publik, persoalan-persoalan yang mengakibatkan adanya pro dan kontra tidak hanya didasarkan pada hal-hal yang emosionalsaja seperti pada kerumunan.(Narwoko & Bagong, 2004: 39-40)


J.        
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Jadi dapat disimpulkan bahwa kelompok sosial  ialah, suatu kumpulan dari orang-orang yang mempunyai hubungan dan berinteraksi, dimana dapat mengakibatkan tumbuhnya perasaan bersama.

Terbentuknya suatu kelompok sosial karena adanya naluri manusia yang selalu ingin hidup bersama, itulah sebabnya maka dalam masyarakat manusia dipersamakan dengan masyarakat binatang

Tipe-tipe dari kelompok sosia:
1.      Klasifikasi tipe kelompok sosial
2.      Kelompok sosial yang dipandang dari sudut individu
3.      In group dan out group
4.      Kelompok primer dan kelompok sekunder
5.      Paguyuban dan patembayan
6.      Formal group dan informal group
7.      Membership dan reference group
8.      Kelompok okupasional dan volunteer
9.      Kelompok sosial yang tidak teratur
-          Kerumunan
-          Publik

B.     Saran

Demikian makalah ini kami buat, selain itu kami juga menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini kami masih dalam proses belajar dan materi dari makalah kami juga sangat kurang, maka dari itu kami mengharapkan kritik dan sarannya agar dapat membangun dan memperbaiki makalah kami dengan baik dan benar.



DAFTAR PUSTAKA

Abdulsyani. Sosiologi sistematika,teori dan terapan. Jakarta: BUMI AKSARA.1994
Herabudin. Pengantar Sosiologi. Bandung: Pustaka Setia.2015
Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: RajaGrafindo Persada.1990
Narwoko & Bagong. Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta: PRENADAMEDIA GROUP.2004

Komentar

Postingan populer dari blog ini